Kurikulum Sekolah dan Masalahnya

Pada Sistem Pendidikan di Indonesia saat ini berlaku Kurikulum Sekolah 2013 (K-13) untuk menggantikan Kurikulum Sekolah 2006 (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – KTSP). Kurikulum Sekolah K-13 ini mulai diberlakukan pada Tahun Ajaran 2012/2013 di beberapa sekolah tertentu sebagai proyek perintisan. Pada bulan Juli tahun 2016, Kurikulum Sekolah 2013 mulai diberlakukan secara nasional secara bertahap di sekolah- sekolah.

Berikut adalah beberapa perbedaan dari kedua Kurikulum Sekolah ini, antara lain :

Kurikulum Sekolah 2006 (KTSP) Kurikulum Sekolah 2013 (K-13)
Standar Isi ditentukan terlebih dahulu baru Standar Kompetensi Lulusan (SKL) sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) ditentukan terlebih dahulu baru Standar Isi sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait
Menekankan pada aspek pengetahuan Meliputi aspek kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan (soft skill dan hard skill)
Pada jenjang SD, tematik terpadu pada kelas I – III Pada jenjang SD, tematik terpadu pada kelas I – VI
Jumlah jam pelajaran leih sedikit daripada K-13 dan jumlah mata pelajaran lebih banyak daripada K-13 Jumlah jam pelajaran per minggu lebih banyak daripada KTSP dan jumlah mata pelajaran lebih sedikit daripada KTSP
Proses pembelajaran melalui pendekatan eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi Proses pembelajaran melalui pendekatan ilmiah, yaitu : mengamati, menanyakan, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta
Standar penilaian lebih menekankan pada aspek pengetahuan Standar penilaian dengan mengukur semua kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil
Penjurusan di jenjang SMA mulai dari kelas XI Penjurusan di jenjang SMA mulai dari kelas X
Bimbingan Konseling (BK) lebih menekankan pada mengatasi masalah siswa Bimbingan Konseling (BK) lebih menekankan pada pengembangan potensi siswa

 

Pengimplementasi Kurikulum Sekolah 2013 ini sendiri masih menghadapi sikap pro dan kontra. Namun diharapkan akan berlangsung lebih baik setelah adanya revisi kurikulum dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pada Desember 2015 yang lalu diikuti dengan evaluasi dan revisi buku kurikulum pada Februari 2016.

Tujuan dari penerapan Kurikulum Sekolah 2013 ini adalah untuk membiasakan siswa berpikir ilmiah dan pada akhirnya dapat menciptakan lulusan pendidikan Indonesia yang mampu bersaing dalam persaingan global saat ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *