Berburu Sekolah Untuk Si Buah Hati

Memilih pendidikan yang tepat untuk buah hati itu gampang-gampang susah. Semuanya harus di perhatikan dan di pertimbangkan. Dari mulai model dan kurikulum pendidikan yang tepat dan menjawab tuntutan kebutuhan anak kita di masa depan, fasilitas yang di berikan sekolah sampai yang tak kalah penting adalah di sesuaikan dengan kemampuan finansial yang kita punya.

Banyak model sekolah yang bermunculan saat ini di Indonesia. Ada sekolah negeri, sekolah swasta, sekolah swasta nasional plus ,sekolah internasional dan sistem sekolah home schooling. Sekolah negeri merupakan model sekolah yang sudah ada dari dulu,kurikulum mereka merupakan kurikulum diknas yang di buat oleh kementrian pendidikan.

Namun, sekarang ini,ada kemajuan dengan mengadakan sekolah negeri percontohan dimana dalam beberapa mata pelajarannya berbahasa inggris. Kemudian ada yang namanya sekolah swasta ‘biasa’ sekolah ini biasanya menggunakan kurikulum diknas, yang membedakannya adalah dari segi fasilitas sekolah.

Sekolah swasta nasional plus, nah ini adalah model sekolah yang sedang menjamur di Indonesia belakangan ini, sekolah ini merupakan sekolah yang menggabungkan muatan local dan muatan kurikulum yang di akui secara internasional. Sekolah internasional, sekolah international merupakan sekolah yang memberikan system pengajaran sesuai dengan standard internasional tetapi masih disisipkan muatan local. Nah, yang membedakannya dengan sekolah nasional plus adalah persentase muatan local dan tenaga pengajar expatnya.

Dan yang terakhir adalah model pengajaran home schooling. Model ini sempat booming beberapa tahun yang lalu, system sekolah home schooling merupakan system sekolah semi privat, dimana murid bisa belajar di rumah maupun di tempat lain selain di sekolah. Waktu belajarnyapun di sesuaikan dengan waktu mereka.

Membedah kurikulum sekolah. Dalam hal memilih sekolah, kurikulum sekolah sering kali luput dari perhatian kita. Kita seringkali terhipnotis dengan bagunan fisik sekolah dan fasilitas yang fantastis yang di tawarkan oleh sebuah sekolah, apalagi ditambah tenaga pengajar expat yang mereka punya.Padahal, kurikulum sekolah merupakan hal terpenting dalam sebuah proses pendidikan. Ada berbagai macam kurikulum sekolah yang ada di sekolah-sekolah di Indonesia.

Ada kurikulum dari diknas yang dinamis, kurikulum international seperti ,American common core curriculum, Brithis curuculum, dan Singapore curriculum. Kurikulum dari diknas terus menerus berinovasi,system belajarnya pun sekarang hampir sama dengan Montessori,dimana para siswa belajar dari pengalaman, jadi belajar bukan lagi menerangkan-mencatat-dan mengerjakan soal sepertigenerasi 80-an ke bawah, tapi mereka diajak untuk mendengarkan-experience dengan cara memegang-dan menganalisa sebelum menjawab pertanyaan.Disini, banyak di perlukan alat peraga dan media pembelajaran.

American common core, merupakan standard curriculum yang di pakai oleh sekolah-sekolah di America. Saya pernah bekerja di sekolah yang menggunakan kurikulum ini di Indonesia. Yang membedakan adalah, sangat banyak waktu bagi para murid untuk bereksperiment dan merasakan pengalaman dalam proses belajar. Banyaknya projek yang mereka buat memudahkan mereka untuk menjawab pertanyaan. Dan hasil (dalam arti rangking/peringkat) bukan lagi merupakan tujuan,yang terpenting adalah mereka belajar dengan hati yang senang dan mengerti tanpa di bebani dengan harus menjadi nomor 1

Britis curriculum,tidak berbeda jauh dengan American common core, mereka menekankan pada belajar melalui pengalaman,dan menumbuhkan sikap keritis pada anak dalam belajar.

Singapore curriculum. Ada sedikit perbedaan pada kurikulum Singapore.Dimana,ada bahasa lain selain bahasa inggris yang menjadi bahasa utama di sekolah,yaitu bahasa Mandarin. Muatan bahasa mandarin di sekolah-sekolah berbasis kurikulum singapur cukup banyak. Bahasa mandarin di ajarkan selama 2 periode setiap hari.

Kurikulum di sekolah homeschooling. Kurikulum di sekolah homeschooling di sesuaikan dengan kebutuhan anak.misalkan anak kita hendak jadi dokter,maka pelajaran-pelajaran yang berbau ekonomi tidak diperlukan ,tetapi mereka harus tetap lulus ujian.

Nah, begitulah sekilas ulasan saya tentang sekolah dan kurikulumnya, sekarang bunda tinggal pilih. Oiya yang tidak kalah penting,bunda harus mengecek,apakah sekolah yang bunda tuju sudah diakui/terakreditasi atau belum,jangan sampai ketika anak kita lulus ijazahnya tidak diakui. Selamat berburu sekolah ya bunda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *